Sabtu, 19 November 2011

HUBUNGAN KESEHATAN DENGAN MITOS KEPERCAYAAN JIKA DI KAITKAN DENGAN SOSIAL BUDAYA SERTA ANTROPOLOGI KESEHATAN

Pengertian
Kesehatan: gambaran atau ukuran tingkat kesejahteraan dari keadaan fisik, mental dan sosial pada makhluk hidup.
Mitos: nilai-nilai atau kepercayaan yang di anut suatu masyarakat dari nenek moyang secara turun-temurun yang sulit untuk dirasionalkan dan belum teruji secara ilmiah.
Sosio-Budaya: adalah keseluruhan yang integral dalam interaksi antar manusia.
Antropologi Kesehatan: Antropologi Kesehatan adalah cabang dari ilmu mengenai manusia yangmempelajari aspek-aspek biologi dan kebudayaan manusia (termasuk sejarahnya) dari titik tolak pandangan untuk memahami kedokteran (medical), sejarah kedokteran (medico-historical), hukum kedokteran (medico-legal), aspek sosial kedokteran (medico-social) dan masalahmasalah kesehatan manusia (Hasan dan Prasad, 1959; 21-22). 
Korelasi
Hubungan antara kesehatan dengan mitos yang berlaku di masyarakat berhubungan dengan kepercayaan yang mengandung unsur-unsur kekuatan supranatural maupun supernatural atau penyihir yang sulit untuk di rasionalkan. Jadi di masyarakat berlaku sebuah alasan mengapa orang tersebut sakit yang dikait-kaitkan dengan kekuatan supranatural maupun supernatural atau penyihir. Yang di sini mempengaruhi kesehatan masyarakat yang menyangkut cara pengobatan yang dilakukan. Dan mitos juga yang mengatakan bahwa apapila seseorang makan atau minum sesuatu makanan atau minuman dapat mempengaruhi kesehatan seseorang tersebut. Contohnya seperti beberapa kasus seperti ini yang dapat di jelaskan dari segi kesehatan:
1.      Benarkah Minum Air Es Bisa Bikin Gemuk
Banyak hal seputar pola makan yang ternyata gosip belaka. Bahwa minum air es bisa bikin gemuk, misalnya. Ternyata ini hanya mitos, karena mengonsumsi makanan dan minuman dingin malah bisa membuat tubuh membakar kalori lebih banyak. Hanya saja, selisihnya tak banyak dibandingkan bila kita mengonsumsi air yang bersuhu ruangan. Demikian menurut Madelyn Fernstrom, PhD, CNS, direktur dan pendiri UPMC Weight Management Center, Pittsburgh.
Hal ini juga ditegaskan oleh dr Johanes C. Chandrawinata, MND, SpGK. Ia menjelaskan, tubuh kita menganut sebuah hukum yang dinamakan hukum thermodinamika. Artinya: Untuk menaikkan suhu 1 gram air menjadi 1 derajat Celcius, diperlukan 1 kalori. Hukum ini sejalan dengan penelitian yang mengatakan, bila kita minum 6 gelas air es setiap hari, maka metabolisme akan meningkat. Jumlah kalori yang terbakar bertambah 10, sehingga berat badan yang dapat kita hilangkan sekitar 0,5 kg dalam 1 tahun.
Peningkatan metabolisme yang dihasilkan memang tidak begitu signifikan. Namun, tak ada salahnya bila kita minum air es, sejauh tidak mengandung kalori tambahan, misalnya dari gula. Ini akan mengoptimalkan proses pembakaran kalori dalam tubuh.
2.      Perempuan Lebih Rentan Osteoporosis
Manusia berkulit putih ternyata lebih rentan terkena osteoporosis atau tulang keropos. Sebab, manusia berkulit putih kekurangan vitamin D.
"Manusia yang punya kulit putih lebih rentan terkena osteoporosis karena kurangnya vitamin D. Sedangkan yang memiliki kulit cokelat dan hitam itu memiliki cadangan vitamin D," ungkap Dr. Joserizal Journalis.
Hal itu disampaikan dia dalam Diskusi bertajuk Osteoporosis Nggak Oke, Tulang Sehat? Oke di Kantor Pusat Sun Hope, Jalan Radio Dalam Raya, Jakarta Selatan, Minggu (23-11). "Makanya, orang-orang di Eropa dan Amerika sangat senang berjemur," kata Joserizal.
      Dibanding dengan laki-laki, lanjut Joserizal, perempuan juga paling banyak terkena osteoporosis. Laki-laki mempunyai aktivitas yang lebih padat sehingga tulangnya kuat.
      Menurut dia, beberapa hal yang bisa menyebabkan osteoporosis, yaitu merokok, menyusui, dan keturunan. "Faktor gaya hidup juga berpengaruh bila berlebihan mengonsumsi seperti alkhohol dan kopi," pungkasnya.
      Hubungan antara kesehatan dengan mitos jika di kaitkan dengan sosio-budaya yaitu dalam kebudayaan biasanya mengatur bagaiman cara seseorang itu hidup dan bagai mana seseorang itu berperilaku hidup sehat, sebab kebudayaan merupakan sebuah nilai-nilai yang dianut masyarakat dan sudah menjadi kebiasaan. Kebudayaan yang berhubungan dengan mitos dan kesehatan contohnya pengkonsumsian makanan di daerah tertentu.
Di dalam masyarakat sederhana, kebiasaan hidup dan adat istiadat di bentuk untuk mempertahankan hidup diri sendiri dan kelangsungan hidup suku mereka. Berbagai kebiasaan dikaitkan dengan kehamilan, kelahiran, pemberian makanan bayi, yang bertujuan supaya reproduksi berhasil, ibu dan bayi selamat. Dari sudut pandang kesehatan, tidak semua kebiasaan itu baik.
Hubungan antara kesehatan dengan mitos jika dikaitkan dengan antropologi kesehatan sebagai berikut Antropologi kesehatan adalah studi tentang pengaruh unsur-unsur budaya terhadap penghayatan masyarakat tentang penyakit dan kesehatan (Solita Sarwono, 1993). Definisi yang dibuat Solita ini masih sangat sempit karena antropologi sendiri tidak terbatas hanya melihat penghayatan masyarakat dan pengaruh unsur budaya saja. Antropologi lebih luas lagi kajiannya dari itu seperti Koentjaraningrat mengatakan bahwa ilmu antropologi mempelajari manusia dari aspek fisik, sosial, budaya (1984;76). Pengertian Antropologi kesehatan yang diajukan Foster/Anderson merupakan konsep yang tepat karena termakutub dalam pengertian ilmu antropologi seperti disampaikan Koentjaraningrat di atas. Menurut Foster/Anderson, Antropologi Kesehatan mengkaji masalah-masalah kesehatan dan penyakit dari dua kutub yang berbeda yaitu kutub biologi dan kutub sosial budaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar